Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
- May 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
27.2.05
Hukum Kerajaan Allah
Yakobus 2:8,9
Akan tetapi jikalau kamu menurut hukum kerajaan, sebagaimana nas Alkitab: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka baik juga perbuatanmu itu; tetapi jikalau kamu menilik atas rupa orang, kamu berbuat dosa, dan kamu dihukumkan oleh hukum itu menjadi orang melanggar hukum. (TL)
Sungguh menarik ayat yang kubaca dari Terjemahan Lama ini. Bilamana aku membedakan perlakuanku terhadap orang miskin, aku melanggar titahNya. Hmm, jadi kalau aku memperlakukan seorang miskin dengan tidak benar, itu melanggar hukumNya. Padahal aku kan seorang anak Raja, bahkan anak Raja segala raja? Tidak bisa aku melanggar hukum kerajaan Allah. Apalagi, kalau aku benar-benar seorang bangsawan, aku harus berperilaku seperti seorang bangsawan! Jadi, bukankah ini berarti aku harus belajar memperlakukan setiap orang seperti seorang anak raja?






