Links
Archives
- March 2004
- May 2004
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- January 2008
- May 2008
- June 2008
- September 2008
- April 2010
- May 2010
A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal
7.9.05
Naik Kereta Api
2 Timotius 4: 7
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Mungkin ikut Tuhan sampai garis akhir adalah seperti seseorang yang menempuh perjalanan dengan sebuah kereta api. Di dalam kereta api tersebut ia menuju ke sesuatu tujuan, jauh tetapi terarah pasti. Akan sampai di tujuan terakhir pada suatu waktu, lambat atau cepat, tetapi pasti sampai.
Jangan keluar dari kereta api tersebut di saat perjalanan! Bisa tersesat. Bisa terluka parah. Sering kali berakibat fatal. Terkadang di perjalanan ada sedikit goncangan, tetapi kalau sudah terbiasa, dapat beristirahat dengan tenang. Harus berhenti beberapa kali di beberapa tempat, bukan diperlambat perjalanannya, tetapi justru untuk menjemput penumpang-penumpang lain.
Tuhan, ku mau ikut Engkau sampai akhir perjalanan!
Jangan keluar dari kereta api tersebut di saat perjalanan! Bisa tersesat. Bisa terluka parah. Sering kali berakibat fatal. Terkadang di perjalanan ada sedikit goncangan, tetapi kalau sudah terbiasa, dapat beristirahat dengan tenang. Harus berhenti beberapa kali di beberapa tempat, bukan diperlambat perjalanannya, tetapi justru untuk menjemput penumpang-penumpang lain.
Tuhan, ku mau ikut Engkau sampai akhir perjalanan!






