A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

28.2.05

Menebar Jala di Tempat Yang Dalam


Lukas 5: 4,5


Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

Seseorang baru saja mengajarku untuk melempar jalaku ke tempat yang dalam. Ke manakah itu? Ke tempat yang belum kujelajahi. Ditengah rutinitas hidup, sebuah rutinitas yang di mata dunia sepertinya adalah penuh keringat, keletih-lesuan, kegagalan dan ketidak-berhasilan, ada sebuah perintah dari Tuhan Yesus.

Tebar jalamu ke tempat yang dalam, ke tempat yang belum kau arungi! Percayalah! Taatlah! Lakukanlah! Sekarang! Jadilah seperti Simon. Meskipun dia belum melihat apa-apa dengan mata duniawi, tetapi mata rohaninya melihat bahwa Yesus, Orang yang menyembuhkan ibu mertuanya, adalah penuh dengan kebenaran dan kuasa.

Ya Yesus, aku mau melakukan perintahMu!

27.2.05

Hukum Kerajaan Allah


Yakobus 2:8,9

Akan tetapi jikalau kamu menurut hukum kerajaan, sebagaimana nas Alkitab: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka baik juga perbuatanmu itu; tetapi jikalau kamu menilik atas rupa orang, kamu berbuat dosa, dan kamu dihukumkan oleh hukum itu menjadi orang melanggar hukum. (TL)

Sungguh menarik ayat yang kubaca dari Terjemahan Lama ini. Bilamana aku membedakan perlakuanku terhadap orang miskin, aku melanggar titahNya. Hmm, jadi kalau aku memperlakukan seorang miskin dengan tidak benar, itu melanggar hukumNya. Padahal aku kan seorang anak Raja, bahkan anak Raja segala raja? Tidak bisa aku melanggar hukum kerajaan Allah. Apalagi, kalau aku benar-benar seorang bangsawan, aku harus berperilaku seperti seorang bangsawan! Jadi, bukankah ini berarti aku harus belajar memperlakukan setiap orang seperti seorang anak raja?

26.2.05

Menantikan


Mazmur 27:13,14


Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Menantikan adalah sesuatu yang sering kali sungguh-sungguh menjemukan. Menantikan keluarga untuk lebih mengasihiNya, menantikan janjiNya terwujud dalam hidupku, bahkan menantikan antri pembayaran kasir adalah hal-hal yang sangat menantang pribadiku.

Tuhan, Engkau berfirman untuk menantikanMu. Oh Tuhan, seringkali aku hanya mau "melihat kebaikanMu" menurut jadwal pribadiku. Maka pada hari ini aku mau menurut firmanMu, yaitu menguatkan dan meneguhkan hatiku. Ya Tuhan, sekarang juga tubuh, jiwa dan rohku tunduk kepada RohMu. Oleh karenanya aku akan kuat dan teguh. Dan ya, aku akan berhasil untuk menantikan Engkau, Penciptaku!

25.2.05

Mahkota Emas Tua


Mazmur 21:3


Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.

Mahkota dari emas tua? Tuhan, apakah artinya emas tua? Apakah perbedaannya dengan jenis emas lain? Kata "tua" menyarankan bahwa ada proses waktu yang dialami. Sedangkan "emas" adalah logam mulia. Hmm, apakah ini berarti bahwa mahkotaku (pahala, berkat, dan janji-janjiMu) adalah sesuatu yang mulia dan sangat berharga, tetapi dibutuhkan waktu untuk pemrosesannya? Apakah ini berarti bahwa ada penempaan, peleburan dan pembentukan supaya mahkotaku bukanlah menjadi sembarang benda?

Oh Tuhan, aku bersyukur dan menyambut berkatMu yang melimpah. Aku bersyukur bahwa ada penempaan, peleburan dan pembentukan di dalam hidupku. Aku sekarang mengerti bahwa ini harus terjadi supaya aku beroleh mahkota dari emas tua. Terima kasih, Rajaku, bahwa Engkau mempersiapkanku untuk menjadi seorang raja!

24.2.05

Tinggal di Kerajaan Allah

Yer. 23: 7,8

Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."

Akan tiba saatnya di mana Tuhan bukan saja dikenal sebagai penuntun kita untuk keluar dari tanah Mesir; ini berarti bahwa Dia hanya dikenal sebagai Juruselamat oleh kita. Melainkan, Dia akan menuntun kita ke tanah perjanjian, tanah kita sendiri yang sudah ditentukanNya untuk kita. Suatu "tempat" penuh susu dan madu, di mana Dia adalah Raja segala Raja dan kita sebagai umatNya tunduk, takluk dan taat kepada titah-titahNya. Ini tak mempersoalkan bagaimana keadaan sosial, politik atau ekonomi yang kita alami atau hadapi di bumi ini. Tetapi melalui Roh Kudus, kedaulatan Bapa akan disampaikan ke setiap hati umat percaya; jadi, umatNya percaya, melakukan dan takut akan kuasa otoritasNya saat ini juga. Datanglah KerajaanMu, Tuhan!

23.2.05

Kota Kediamanku

Yeremia 29:7

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Bukankah aku hanya seorang "perantau" di bumi ini? Kemana dan dimanapun aku berdiam, ternyata aku harus berdoa untuk tempat kediamanku. Tuhan, aku mau belajar berhenti mengkritik dan tidak menggerutu tentang kota kediamanku. Berkati kotaku, Tuhan, supaya ada kesejahteraan yang berlimpah.

22.2.05

Pintu Gerbang TUHAN

Mazmur 118: 20-21

Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

Ada sebuah "pintu", pintu gerbang Tuhan. Dikatakan orang-orang benar akan masuk (akan = sesuatu yang mendatang); jadi bukankah ini berarti bahwa meskipun aku sekarang adalah seorang yang benar, ada sebuah pintu yang masih harus kumasuki. Pintu apakah ini? Dikatakan Daud hendak mengucap syukur di dalamnya. O, ada tempat rahasia di mana aku harus cari dan masuk untuk pengucapan syukurku. Di manakah ini, Tuhan? Yang sungguh aneh ialah Daud menemukan "tempat" ini setelah ayat 19, setelah dia dihajar keras oleh Tuhan.

Tuhan, buka mataku! Buka jalanMu! Di tengah hajaranMu, buka pintu gerbang kebenaran ini! Supaya aku, seperti Daud, juga boleh mengucap syukur.

20.2.05

JanjiMu Ya dan Amin


"Jadilah kehendakmu, di bumi seperti yang di surga." Itu doaku dan janji yang telah Kau berikan padaku. Di bumi ini. Tetapi, seringkali di sekeliling hidupku, masih belum ada pernyataan sepenuh dari "surga" di bumiku. Ya, aku sungguh amat bahagia, tetapi aku juga tahu bahwa surga jauh lebih dari apa yang bisa aku alami dan bayangkan pada saat-saat ini. Dan yang aku jalani sekarang, itu hanya sepercik dari apa yang telah Kausediakan.

Oh Tuhan, seperti bangsa Israel, aku mulai melihat tanah perjanjianMu di Kanaan. Bahkan aku mulai merasa manisnya madu dan segarnya susu tanah perjanjianMu meskipun setetespun belum kukecap. JanjiMu, Bapa, JanjiMu ya dan amin. Tak akan kulepaskan. Tak akan kusangkal dengan pikiranku. Tak akan kuingkari dengan mulutku. Aku mau percaya, aku percaya dan aku selalu percaya bahwa aku akan melihat kebaikanMu di negeri orang yang hidup.

19.2.05

Engkau Baik dan Setia.


Hari ini aku merasa demikian sulit untuk mendengar suaraNya dan membaca FirmanNya. Apa yang kubaca serasa seperti sekedar huruf-huruf saja; apa yang kurasa seperti seseorang yang tidak yakin apakah ia berada di jalan yang benar. Di mana Engkau, Tuhan? Apakah aku berbuat dosa sehingga Engkau menjauh? Apakah aku acuh terhadapMu di dalam doa-doaKu? Tubuhku lemah. Jiwaku haus. Rohku rindu, Roh Kudus.

Mazmur 121: 1a-2

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Ya, Tuhan. Aku tetap berharap kepada Engkau. Pegang tanganku; Janganlah menjauh! Sebab aku tahu Engkau baik dan setia adanya.

18.2.05

Lepaskanlah Aku dari Yang Jahat

Markus 14:10-11
Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Aku tak pernah sadar bahwa Yudas berkomplot dan "merenungkan" rencananya untuk menyerahkan Yesus. Ada waktu atau tempo cukup banyak yang terlewat sebelum dia melakukan tindakan kejinya. Tetapi bukankah terkadang itu terjadi dalam hidupku? Aku pernah merencanakan tindakan dosa-dosaku. Oh, Tuhan, ampunilah aku. Kau sering beri aku waktu untuk bertobat dan aku masih lalaikan kesempatan itu. Jangan sampai aku sebodoh itu lagi. Oh Tuhan, jangan bawa aku ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah dari yang jahat!

17.2.05

Ukuran Salib

Salib terdiri dari bagian vertical (melambangkan hubunganku denganNya) dan horizontal (hubunganku dengan sesama). Proporsi kedua hal ini jelas; setiap salib mempunyai bagian vertical yang lebih panjang dari yang horizontal. Jadi, takaran dan kemampuanku untuk mengasihi sesama tergantung dengan ukuran dan takaran dari hubungan kasihku denganNya. Tambah besar vertical, baru bisa lebih besar yang horizontal. Tidak bisa mengasihi sesama kalau hubunganKu dengannya tidak ada. Itu namanya bukan salib kalau vertical-nya pendek dan horizontal-nya panjang. Itu namanya balok sandungan.

Dari Kotbah Minggu yang Baru Lewat

16.2.05

Yesus Mana Yang Kupilih?

Matius 27:18, 20, 23

(ay.18) Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" (ay. 20) Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.(ay.23) Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"

Tiap hari aku dihadapkan ke suatu pilihan: Menyalibkan Yesus Barabas atau Yesus Kristus. Nama permulaannya sama, sehingga terkadang aku dihadapkan ke pilihan yang mirip. Tetapi, tidak sama! Yang satu aku bisa menyalibkan Yesus Kristus sekali lagi. Oh sungguh tragis. Atau aku bisa menyalibkan "Barabas yang terkenal akan kejahatannya (ayat 16)"; Ya, Tuhan, dagingkulah yang harus disalibkan!!!!

Lindungi aku, Tuhan, dari hasutan-hasutan si jahat! Biarlah aku waspada bilamana jiwaku mulai berteriak dengan keras untuk "menyalibkan" seseorang!

15.2.05

Masih Ragukah Aku?!

Matius 28: 16-20
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Bukankah Engkau dengan jelas menyampaikan pesanNya kepadaku? Dan aku mulai menyembahHu, Raja segala Raja! Ku bersyukur sebab Engkau hidup.

Sbab Dia hidup, ada hari esok. LaLaLa!

O, tetapi seringkali, ditengah sembah pujiku, timbul keragu-raguan. Ini lebih celaka dari Tomas. Sudah melihat, masih ragu-ragu. Ampuni aku, Tuhan!!

Tetapi waktu aku masih ragu-ragu, Engkau mendekati. Sungguh pengasih dan penyayang Engkau, Tuhan! HALLELUYAH!!!! Nggak gitu aja, Engkau janji penyertaanMu sampai akhir zaman. Ini Tuhan sungguh heran ya!

13.2.05

Mau ikut partisipasi ah!!!!

Lukas 8:1-3
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Tuhan Yesus kan sebetulnya tidak "butuh" kekayaan mereka untuk pelayananNya. Dia bisa bayar pajak dengan memerintahkan Petrus untuk memancing dan mendapatkan uang dari mulut ikan yang dipancing.

Hmmm, mungkinkah Dia memberi kesempatan kepada perempuan-perempuan ini untuk "berpartisipasi", supaya Bapak di Surga memberkati mereka dengan berkelimpahan??!!!

OK, Tuhan, aku mau berpartisipasi ah!!!!

12.2.05

Melihat Perbedaan

Maleakhi 3:18
Maka
kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Sungguh menarik. Saya membaca ayat 18 dan ini menjanjikanku untuk dapat melihat perbedaan. Tetapi, ayat ini dimulai dengan 'maka'. Jadi mestinya kan ada kondisi-kondisi yang mesti dipenuhi sebelum ayat 18 dipenuhi? Apa sih isi Maleakhi 3?

Saya baca

a) Pentahiran umatNya (ayat 3)
b) Penghakiman akan tukang sihir, penyumpah dusta, orang yang berzinah dan penindas (ayat 5).

Tetapi itu kan bagian Tuhan yang lakukan? Bagianku apa?

a) Persembahan Persepuluhan supaya tingkap langit dibuka dan berkat dicurahkan (ayat 10)
b) Bicaraku jangan kurang ajar. Jangan mengeluh kalau mesti ibadah (ayat 13,14). Dan lagi, ini ayat berikut menarik lho. Ternyata bicara-bicara tentangNya dengan teman-teman yang takut akan Tuhan, dapat upah lho. Ditulis kitab peringatan. Waduh, dapat "prasasti" untukku di surga (ayat 16)!

Jadi, semua ini untuk dapat melihat perbedaan. Kalau bisa lihat perbedaan di jasmani , kan mestinya lama-lama bisa lihat di kalam roh?

1Kor. 12: 10b
....dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.

Hmmm, lagi-lagi, barangsiapa yang setiap akan hal yang kecil,...



10.2.05

Sembuh

Yesaya 53:5
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kalau kita tidak berdoa dan percaya untuk kesembuhan akan penyakit-penyakit yang "kecil", bagaimana kita dapat percaya untuk kesembuhan penyakit yang "parah"? Iman sebiji sesawi dapat memindahkan gunung, bukan? Paling tidak, punyalah iman sebiji sesawi, diriku!!

Dan barangsiapa yang setia akan hal yang kecil,....

This page is powered by Blogger. Isn't yours?