A Christian Journal for the Spiritual Growth of Christians in Indonesia. Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org (blog) adalah bagian dari Kasih Kekal www.kasihkekal.org yang berisi berita dan pemikiran kristiani singkat. Anda dapat "berlangganan" Jurnal Kasih Kekal melalui xml berikut: http://feeds.feedburner.com/JurnalKasihKekal

30.3.05

Raihlah JanjiNya yang Kekal

Kejadian 17: 17

Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" Dan Abraham berkata kepada Allah:" Ah, kiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!"

Seringkah kita "menertawakan" hal-hal yang sangat mustahil yang tercetus di dalam benak? Mungkinkah itu Dia dengan sangat lemah lembut membisikkan janjiNya kepada kita? Sangat besar belas kasihanNya kepada umatNya sehingga kita tidak dihajar habis olehNya setiap kali kita menertawai dan mengecilkan bisikanNya. Bahkan seperti Abraham, kita bersilat lidah dan menawarkan alternatif. "Bagaimana kalau yang ini saja yang diberkati? Jasaku? Kemampuanku? Kedaginganku? Keteledoranku? Ketergesa-gesaanku? Nafsuku? Ketidak-percayaanku? Bagaimana Tuhan, setuju tidak?"

Untunglah Tuhan adalah kekal. Dia tahu apa yang terbaik untuk biji mataNya. Dia mengadakan perjanjian yang kekal untuk setiap orang yang percaya dan seluruh keturunannya. Raihlah janji-janjiNya! Halleluyah!

29.3.05

Menempuh Jalan yang Rata


Amsal 4: 26


Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.

Seringkali aku ingin "meratakan" jalanku sendiri. Seringkali aku ingin mendahului Dia. Bukankah seringkali aku mempertimbangkan hal-hal yang memudahkan perjalanan iman ini? Sering terbersit di pikiran kalau saja kondisiku, posisiku, hikmatku, pengetahuanku, strategiku seperti begini atau begitu, pasti semua hal akan lebih ringan. Padahal di Mazmur 18: 37 difirmankan:

Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah.

Tuhan yang menetapkan dan memberikan tapak jalan itu. Itu bagian Tuhan. Tugasku adalah untuk hanya memilih jalanNya dan untuk menempuh jalan itu saja! Satu langkah lagi, satu detik lagi, satu masa lagi. Mulai melangkahlah, diriku! Jangan bingung buat jalan yang rata! Dia yang membuat dan membuka jalan.

28.3.05

Kejadianku Dahsyat dan Ajaib


Mazmur 139: 14


Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Awal mula hidupku dimulai dengan sesuatu yang ajaib. Dikatakan di ayat ini bahwa 'kejadianku' sungguh dahsyat. Banyak jiwa yang kurang menyadari betapa indah hidup yang telah diberikan. Bahkan banyak yang kurang menghargai tubuh jasmani yang telah dianugrahkan. Memang yang jasmani akan berlalu dan tidak perlu didewakan. Tetapi, bukankah yang jasmani ini tetap sesuatu yang diciptakanNya dan yang sudah dianugrahkan untuk kita?

Hari Paskah baru lewat. Sungguh ajaib. Yesus dibangkitkan. Kuasa kebangkitanNya memberiku hidup. Tuhan, aku mau belajar menghargai seluruh hidup, seluruh hidup di tubuh, jiwa dan rohku, yang telah Kauberikan kepadaku.

24.3.05

Hari Ini Tidaklah Sebagaimana Biasanya


Luk. 22: 39-40


Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Dikatakan, sebagaimana biasa Yesus pergi ke suatu tempat dan murid-muridNya mengikuti. Mereka tidak mengerti bahwa hari itu tidaklah seperti biasa. Apakah ini sikapku hari-hari ini terhadapNya? Semua sepertinya sebagaimana biasa, rutin, tidak ada perubahan. Memang, aku harus belajar tekun dalam segala hal. Tetapi, Yesus mengingatkanku supaya berdoa agar aku jangan jatuh dalam percobaan. Mungkin hari ini adalah hari yang di luar perkiraaan. Mungkin hari ini Dia menyatakan PribadiNya, FirmanNya, kuasaNya, mujizatNya dan kasihNya.

Aku tidak mau seperti Herodes.

Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda (Lukas 23: 8).

Aku tidak mau seperti Herodes. Sering dengar tentang Tuhan. Mengharapkan Yesus mengadakan banyak tanda dan mujizat. TETAPI, tidak pernah datang mencari sendiri, tidak pernah bertemu dengan Pencipta Agung itu sendiri, tidak pernah tersungkur di hadapanNya dan tidak pernah merasakan kuasa kebesaran Tuhan di dalam hidupnya. Tidak, aku tidak mau seperti itu.

Tuhan, hari-hari ini tidak sebagaimana biasa. Roh Kudus, tolong aku supaya berjaga-jaga. Aku berdoa supaya aku bertemu dengan Engkau sendiri; dan, menerima FirmanMu, kebenaranMu, penyertaanMu, kasihMu dan berkatMu.

23.3.05

Kesaksian yang Sesuai

Markus 14: 56

Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

Aku dengar banyak orang bersaksi tentang Dia. Yang nyaring adalah sering suara-suara sumbang dan penuh dusta; ini tragis. Yang sering kita alami sendiri adalah bahwa JanjiNya tidak selalu ternyata dalam hidup kita sehari-hari; ini menyedihkan. Mana buktinya? Itu sering menjadi jerit beberapa orang. Bahkan, ada yang seperti hamba perempuan Imam Besar.

Markus 14: 66b-67

Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."

Hamba Imam Besar adalah seorang yang sebetulnya hidup dalam lingkungan kerohanian. Dia datang kepada Petrus, menekan Petrus, dan menuduh "Ah, ini dia orangnya. Muridnya Yesus. Lihat, Yesusmu mau mati. Mana bukti kuasaNya?" Tetapi dia, hamba perempuan, hanya mengenal Yesus sebagai orang Nazaret. Tragis. Hidup dalam kalangan rohani, tetapi terhilang.

Apa yang menjadi kesaksian di hidup kita? Suara sumbang? Ketidak-nyataan KuasaNya? Bahkan, hanya mengenal Yesus sebagai orang, orang dari Nazaret. Kesaksian-kesaksian ini tidaklah sesuai. Tidaklah sesuai dengan kenyataan bahwa Yesus, TUHAN dan bukan sembarang orang, mati di kayu salib, tetapi Dia telah mengalahkan maut, bangkit dan duduk di kanan takhta Allah Bapa. Halleluya!

Bapa, biarlah pewahyuan dan kuasa dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi suatu kesaksian sepenuh di dalam hidupku.

22.3.05

Menghitung Hari-hari


Matius 26: 3-5


Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."

Orang-orang ini merencanakan dan memikirkan hal-hal ini di sekitar waktu Hari raya Roti Tidak Beragi/Paskah. Sungguh tidak benar! Tetapi, apakah yang kupikirkan di waktu-waktu menjelang Paskah? Kelicikan? Tipu muslihat? Atau, mungkin sesuatu yang lebih halus? Memikirkan pekerjaan, masalah, kekuatiran? Mungkin hari-hari ini ada yang mengutuk dan bersumpah diri sendiri seperti Petrus sehabis menyangkal Tuhan Yesus. (Matius 26: 74). Kita mengingat kesalahan-kesalahan kita dan merasa sangat sedih.

Oh Tuhan Yesus, Engkau telah mati di kayu salib dan bangkit. DarahMu yang tercurah adalah demikian berharga. Hari-hari ini aku mau belajar mengerti arti dan kuasa pengorbananMu dengan sepenuhnya. Ku datang kepadaMu dan biarlah pengorbananMu memulihkan dan menyucikan hidupku!

21.3.05

Menghamparkan Jubahku


Markus 11: 7-8


Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.

Beberapa hari sebelum kematian Tuhan Yesus, umat Israel menyambut masukNya di atas seekor keledai ke kota Yerusalem dengan menghamparkan pakaiannnya di jalan.

Pertanyaan yang sangat penting adalah jubah apakah yang akan kuhamparkan untuk memperingati masuknya Tuhan dalam hidupku? Kemunafikan, di mana aku hanya menunjukkan hal-hal yang menutup-tutupi dosa-dosaku padahal semua itu belum terbereskan? Atau, ketidak-setiaan, di mana aku untuk sesaat memuji dan memuliakan Tuhan, tetapi dalam waktu yang singkat, kutinggalkan dan kulupakanNya? Atau, mungkinkah kuhamparkan jubah kebenaran dan kekudusan, yang Dia kenakan kepadaku karena kematianNya di kayu salib?

Tuhan, kebenaranMu dan bukan kebenaranku, yang Engkau anugrahkan, hanyalah itu yang layak untuk menyambutMu, Rajaku.

Yesaya 61: 10

Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

19.3.05

Menuang Sebuah Buli Minyak


2 Raja-raja 4: 2b-4


Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"

Apa yang kupunya hanyalah sedikit. Ada perintah untuk meminta bejana-bejana dan supaya aku mulai menuang. Adalah tanggung-jawabku untuk menuang apa saja yang ada. Berkatku, bakatku, keringatku, tangisku, tenagaku. Oh Tuhan pegang kuat tanganku supaya aku mulai mau terus menuang. Kucari bejana-bejana tetapi kuatkanku supaya aku tidak ragu-ragu untuk menuang sedikit minyak yang masih ada. Kupercaya akan janjiMu bahwa semua bejana akan diisi!

18.3.05

Dari Generasi ke Generasi


Mazmur 115: 14


Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu.

Tuhanku adalah Tuhan yang peduli dari generasi ke generasi bahkan sampai ke kekekalan. Betapa seringnya aku mengkhawatirkan hal-hal untuk masa depanku. Dari mana datangnya makananku? Apa yang akan terjadi dengan keluargaku? Bagaimana caranya hal ini akan terjadi? Banyak pertanyaan. Tetapi Firman mengatakan pertambahan bukan kekurangan, kepadaku, kepada keluargaku dan kepada keturunanku.

Mazmur 115: 16

Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.

17.3.05

Sabar Menunggu


Kejadian. 16: 16 - Kejadian 17: 1-2:


Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."

Abram mendapatkan Ishak pada waktu dia berumur 100 tahun setelah Tuhan menampakkan DiriNya pada waktu dia berumur 99 tahun. Ini 14 tahun setelah lahirnya Ismael. Aku bisa bayangkan betapa lama Abram menunggu janji Tuhan sampai-sampai dia berusaha mendahului rencana Tuhan dengan melalui Hagar dan Ismael. Bahkan antara Kejadian 16-Kejadian 17 (13 tahun lamanya), tidak tertulis apapun mengenai suaraNya kepada Abram.

Oh Tuhan, ajar aku untuk menunggu dengan sabar akan janjiMu. Ajar aku untuk tetap percaya meskipun seakan-akan Engkau berhenti berbicara kepadaku. Kuatkan dan pegang tanganku supaya aku tidak melakukan apapun yang melancangi langkah-langkahMu!

16.3.05

Seperti Inilah Jadinya


Mazmur 135: 15-18


Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya.

Apakah berhalaku? Selembar ijazah? Budi-pekerti? Hikmat? Harta? Bakat? Oh Tuhan, kutaruh semua milik dan pemberianku di tanganMu. Di tanganku ini semua menghasilkan ketidak-mampuan. Di cengkeraman RohMu aku akan dapat berkata-kata, aku akan dapat melihat dan aku akan dapat bernafas. Seperti inilah jadinya aku karena aku percaya kepadaMu. Terpujilah TUHAN dari Sion, Dia yang diam di Yerusalem! Haleluya!

15.3.05

Luar Biasa Ini Orang


Mazmur 18: 20-21


TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku.

Ini sungguh berani dan menakjubkan! Tidak akan terbersit dalam pikiranku untuk berani mengatakan kepada Tuhan untuk membalas atau bertindak kepadaku menurut kesucian hidupku. Luar biasa berani kata-kata Daud ini! Aku tidak dapat membayangkan betapa dewasa hidup kerohanian Daud sampai dia begitu yakin akan hidup yang dia alami.

Aku yakin ini bukan karena Daud sombong atau congkak akan kedudukannya, karena dia bermazmur:

..., tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan (Mazmur 18: 27b).

Aku yakin ini bisa jadi karena dia begitu mengenal akan ketetapan-ketetapan Tuhan. Karena dia bersekutu siang dan malam dengan Tuhan dan merenungkan FirmanNya, dia begitu yakin akan jalanNya. Karena dia menyembah Penciptanya di setiap saat, dia begitu dekat dengan Bapa. Dan karena Roh Kudus menguasai dan mencengkram tindak-tanduknya, dia begitu beriman akan kemurahanNya.

Oh Tuhan, kapan aku bisa jadi begini? Luar biasa ini orang!

14.3.05

Apakah yang diluaskan melalui hidupku?


Yer. 23: 15


Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."

Di dunia selalu ada lalang dan selalu ada gandum. Selalu ada yang orang benar dan selalu ada orang yang pura-pura benar. Ada nabi yang palsu dan ada nabi Tuhan. Ya, masih ada nabi-nabi Tuhan di zaman sekarang.

Tetapi yang mengkhawatirkan, adalah bahwa dari para nabi yang palsu, mereka pasti akan meluaskan atau menyebarkan kefasikan. Berarti ada suatu prinsip, bahwa kalau seseorang melayani Tuhan tanpa kekudusan dan ketaatan, hal-hal yang tidak benar akan disebarkan kepada yang dilayani. Kalau orang tua tidak dalam jalan kebenaran, maka anak-anak akan menerima getahnya.

Oh Tuhan, jaga diriku! Jaga jalanku supaya aku, keluargaku dan semua rekan atau kerabatku, agar kami tidak menyebarkan hal-hal yang tidak benar! Peganglah tangan kami supaya kami boleh meluaskan kebajikan, kekudusan dan kebenaranMu! Dan ajar kami untuk mengenali nabi-nabiMu yang benar supaya kami boleh mendengar dan taat!

13.3.05

Kelebihan Kekasihku


Kidung Agung 5: 9


--Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?

Hidupku sebagai kekasihNya, sudahkah ini mengakibatkan orang lain demikian kagum dan sangat ingin tahu akan Dia? Sudahkah kasihNya mengalir demikian laju melalui hidupku sehingga orang-orang di sekitarku terheran-heran akan kasihNya? Tertulis di ayat 9 bahwa kekasihku, yaitu Tuhan Yesus sendiri, yang punya segala kelebihan. Bukan kelebihan bakatku, bukan kelebihan kasihku, dan bukan kelebihan diriku.

Oh Tuhanku, kekasihku jiwaku, aku mohon bahwa dunia hanya melihat Engkau dan Engkau saja! Maka Kupersilahkan Engkau untuk makin bertambah dan aku makin berkurang! Dan aku, boleh menyaksikan dan menjawab dengan tegas segala kelebihan-kelebihanMu, ya Tuhan.

12.3.05

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya


Pengkhotbah 8: 5-6


Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan, karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya.

Betapa seringnya aku ingin mempercepat terjadinya sesuatu hal dalam hidupku. Kalau bisa sekarang juga aku penuh kuat kuasa, penuh hikmat atau penuh berkat. Ini membuatku gelisah, kuatir, tergesa-gesa dan tak faham akan waktu Tuhan. Bahkan, terkadang terbersit pertimbangan untuk menggunakan "jalur-jalur khusus", yang penuh dengan tanda tanya, demi penyelesaian masalah. Inilah kurasa apa yang dimaksud dengan arti "kejahatan manusia yang menekan dirinya".

Dinyatakan di Pengkhotbah 9: 11

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.

Tetapi bukankah waktu dan nasib kita di tangan Tuhan? Apakah nasib yang sudah ditentukanNya untukku?

Yeremia 29: 11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Halleluya!! Nasibku penuh damai sejahtera!!

11.3.05

Ikutlah Aku!


Matius 4: 19

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Beberapa waktu yang lalu aku mendapat firman yang memerintahkanku untuk "menebar jala di tempat yang dalam", ke tempat yang belum kujelalahi. Dalam hati aku bertanya-tanya arah dan tujuan dari pesan ini. Dia membisikkan beberapa hal yang dapat kulakukan sebagai langkah pertama; ini adalah langkah pertama dari pihakku yang menyatakan "Ini aku Tuhan dengan segala keterbatasanku, tetapi aku mau belajar untuk taat melangkah."

Kemarin aku mendapat sebuah surat dari seorang hamba Tuhan yang menyampaikan isi hatinya mengenai perintah "Ikutlah Aku." Aku tertegun karena kalimat inilah yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon setelah Simon selesai menjala ke tempat yang dalam di Luk. 5: 1-11. "Ini pasti petunjuk berikutnya", kata hatiku setelah membaca ini. Apa yang hamba Tuhan ini kataka tentang perintah "Ikutlah Aku" ini? Dia berkata bahwa terkadang, mentaati ini mengisyaratkan tentang sesuatu perubahan yang menuju ke arahan-arahan baru dalam hidup. Tetapi, ini juga bisa berarti bahwa dibutuhkan iman dan ketekunan untuk terus setia berpegang akan jalan yang sudah ditetapkan oleh Bapa untuk kita lewati.

Terima kasih untuk petunjuk ini. Tuhan, aku belajar untuk taat. Peganglah tanganku, Roh Kudus! Bawaku ke air yang tenang. Dan ku mau setia berjalan di jalan kebenaranMu.

10.3.05

Jangan Main-Main dengan Kuasa Kegelapan!


Yesaya 7: 9b


.. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya."

Oh betapa seringnya kita meragukan Firman Tuhan. Sering kita bergumam apakah ini memang benar? Sering kita lebih percaya akan apa yang manusia katakan. Lebih celaka lagi kita percaya akan hal-hal dari kuasa kegelapan. Baru saja aku melihat sebuah situs SMUK di Surabaya yang berdasarkan asas kristiani. Salah satu alumni mengusulkan agar supaya situs ini selalu tampak lebih baru dan keren, bagaimana kalau ditambah dengan kolom astrologi/horoskop yang diperbaharui setiap hari. Ini orang pernah pergi ke sekolah kristiani??!!!

Dan apabila orang berkata kepada kamu: "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit," maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?" (Yes. 8:19)

Sangat jelas firman ini. Jangan coba-coba keluar dari batas-batas kebebasan yang telah diberikanNya. Jangan baca horoskop. Jangan minta nasihat "orang pintar". Jangan senang melihat, menonton dan main-main dengan kuasa kegelapan! Jangan! Jangan! Jangan! Jangan berkata "Ah cuma sekedar hiburan!". Aku tidak peduli kalau ada yang tersinggung membaca ini. Jangan melecehkan kuasa penebusan darah Yesus di dalam hidup kita sekalian.

Jangan sampai kita tidak percaya kepada Firman. Dikatakan bisa-bisa, oh salah, bukan bisa-bisa, tetapi pasti kita tidak teguh jaya! Kita telah diberikan Firman Allah yang Hidup, yang memberi kita kemenangan, kesejahteraan dan kebebasan. Baca dong itu Firman!

9.3.05

Hamba yang Baik?


Hari ini aku mengunjungi kebaktian untuk penguburan seorang ibu. Puji NamaNya karena ibu ini adalah seorang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Seperti biasa, handai taulan dan rekan-rekan dari keluarga datang berkumpul bersama untuk acara ini. Ditengah isak-tangis dan rasa gundah yang tentunya terasa, aku dengar seseorang menyatakan bahwa ini adalah saat terakhir di mana para hadirin dapat memberikan hormat atas hidup yang telah dilewati oleh ibu ini.

Aku tertegun untuk sejenak ketika mendengar ini dan tiba-tiba di benakku ada suatu pikiran yang menguatkan. Tercetus bahwa ini bukan saat yang terakhir. Ini sangat bukan saat itu. Bukankah suatu hari di kekekalan, kita semua orang-orang kudus, akan memberi ibu ini tepuk-tangan yang sangat meriah dan tak berkesudahan ketika Bapa di surga menyatakan " Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik!." Oh betapa indah dan hebatnya saat itu. Dan bukankah ini menjadi sesuatu yang aku nanti-nantikan juga untuk kekasih-kekasihku yang telah mendahului aku?

Sudahkah aku siap untuk bertatap muka dengan BapaKu? Apakah aku sudah bersiap-sedia untuk dipanggil sebagai hamba yang baik? Roh Kudus, teruslah bekerja dalam hidupku!

8.3.05

Laskar Kristus


2 Timotius 2: 3-4


Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Seorang prajurit yang baik akan:

a) Berjuang. Melatih dirinya untuk peperangan rohani. Mendisiplin dirinya untuk mentaati segala peraturan, yaitu peraturan kasih. Memperlengkapi dirinya dengan dan percaya akan keampuhan atas persenjataan yang sudah diberikan (Ef. 6:11-18).
b) Tidak memusingkan (tidak kuatir) akan penghidupannya; Tuhan sudah dan akan mencukupi dalam segala hal (Mat. 6: 25-34).
c) Berusaha dengan segala upaya untuk menyenangkan Panglima Perangnya (Mrk. 12: 29-30).
d) Percaya karena Panglima Perangnya adalah YHWH Nissi (Kel. 17:15) maka kemenangan sudah dijamin.

5.3.05

Janganlah Kamu Kuatir!


Yohanes 18: 1b-2, 26b-27


(vs. 1b-2) Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. (vs 26b-27) Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?" Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.

Petrus menyangkal Yesus ketiga-kalinya di suatu taman, taman di mana ia sering berkumpul dengan Yesus dan murid-murid yang lain. Aku rasa ini tempat yang sangat mereka kenal. Ini adalah tempat di mana mereka bercengkerama, bersekutu, dan berdoa. Tetapi, di tempat inilah Petrus menyangkal Yesus.

Bukankah kita sering menghadapi atau berada di dalam sesuatu tempat, yang bukan secara fisik, tetapi suatu kondisi/tantangan di mana kita sangat mengenal seluk-beluknya? Tantangan di pekerjaan, keluarga, pelayanan dan kehidupan sehari-hari yang selalu kita bawa dalam doa dan selalu kita diskusikan dengan Tuhan? Kita sudah mengenalNya, mengenal kuasaNya dan kasihNya di hal-hal yang sangat kita kenal ini. Tetapi, justru bukankah kita seringkali meragukan dan kuatir akan permasalahan yang kita hadapi, dan dengan ini menyangkal kenyataan bahwa Dia berkuasa?

Mat. 6: 34

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

4.3.05

Perlindungan Ilahi


Pengkhotbah 7:12


Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

Pada waktu aku mempelajari ayat ini, dinyatakan bahwa menurut arti asalnya, kata 'perlindungan' juga berarti naungan atau bayangan ('shadow'). Ini sungguh menarik. Sebab kata yang sama dipakai di Yesaya 4: 5-6 untuk menggambarkan perlindungan Kemuliaan Tuhan atas umat Israel; ini juga bisa diartikan bahwa Pribadi Tuhan sendiri hadir di tengah tiang awan atau api itu. Juga di Kidung Agung 2:3, kata ini dipakai untuk menggambarkan naungan Kekasih Jiwa pada pengantinNya.

Jadi ada beberapa nuansa pengertian dari kata perlindungan/naungan/lingkupan ini:

a) Perlindungan Tuhan (Yesaya 4: 5-6, Mazmur 17:8, 91:1).
b) Perlindungan hikmatNya (Pengkotbah 7:12)
c) Perlindungan uang (Pengkotbah 7:12)

Apakah bedanya? Betapa sering kita hanya meminta berkat materi sebagai perlindungan uang kita. Tentunya, meminta berkat materi tidak salah, tetapi bukan keseluruhannya. Perlindungan uang mempunyai batas; ini membantu untuk memberi perlindungan tubuh kita. Hanyalah tubuh dan inipun tidak menyeluruh.

Pengkotbah 7:12 menyatakan bahwa perlindungan hikmat memelihara hidup pemiliknya. Memelihara berarti menjaga sesuatu. Apa yang dijaga? Hidup, agar selalu dalam keadaan yang baik bahkan kalau bisa menjadi sempurna. Hidup apa? Hidup tubuh, jiwa dan roh. O betapa pentingnya hikmat ini.

Tetapi, hikmat hanyalah memelihara. Perlindungan Tuhan, yang juga bisa diartikan hadirat dari Pribadi Tuhan sendiri, bukan saja memelihara, tetapi inilah yang menciptakan, memberi dan mengendalikan hidup. Hidup kita mulai sekarang sampai selama-lamanya. Halleluyah!!!

Oh Tuhan, aku mohon berkat materi untuk kebutuhan hidup tubuhku sehari-hari. Lebih daripada itu, aku mohon hikmatMu supaya tubuh, jiwa dan rohku baik dan terpelihara adanya. Tetapi yang terutama, aku mohon Engkau dan PribadiHu sendiri yang melingkupiku agar supaya ada hidup baru yang tercipta, terkendali, teratur dan taat.

3.3.05

Terbitlah Terang!


Yes. 58: 9-10

Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

Tuhan, aku berdoa supaya terangMu terbit akan aku, keluargaku, gerejaku, pelayananku, wilayah kediamanku dan bangsaku. Ajar aku untuk melepaskan kuk-kuk sesamaku, membagikan kepada yang lapar roti jasmani dan Roti Hidup dan juga, merendahkan diriku supaya aku tak menyalahkan orang lain! Kuserahkan kendali kepadaMu, Roh Kudus, agar terangNya boleh bersinar di atas, di dalam, melalui dan melingkupi hidupku.

1.3.05

Ketaatan Yusuf


Matius 2: 13


Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."

Luar biasa Yusuf, ayah dari Tuhan Yesus, ini. Tiga kali di Lukas 1 dan 2 ia mendapat perintah dari malaikat Tuhan dalam mimpi. Ini bukan sembarang perintah. Ini menyangkut dengan siapa dia harus menikah dan di mana keluarganya harus menetap. Dan pasti, bahkan sampai masa ini, keputusan-keputusan seperti ini masih sangat penting dalam hidup setiap orang.

Tiga kali Yusuf diperintah, tiga kali dengan segera Yusuf bersedia untuk mentaatinya. Dan karenanya, sejarah, bukan saja sejarah dunia, tetapi sejarah kekal, dicetak.

Ku rasa di masa kecilnya, Yusuf pasti sering mendapat mimpi dari Tuhan dan belajar untuk mentaatinya sebelum dia mendapat ketiga mimpi ini. Tidak heran Tuhan mempercayai dia untuk membesarkan Yesus di dunia ini. Orangnya taat Firman Tuhan sih!

O Tuhan, ajar aku untuk mentaatimu. Ku tak peduli bagaimana Engkau menyampaikannya kepadaku. Yang penting sampaikan dengan jelas dan nyata, Tuhan! Dan, beriku kekuatan untuk melakukannya.

This page is powered by Blogger. Isn't yours?